Cara Membaca Data Website untuk Mengetahui Performa Digital Marketing
Cara Membaca Data Website untuk Mengetahui Performa Digital Marketing
Website dapat memberikan berbagai informasi tentang bagaimana calon pelanggan menemukan bisnis, halaman yang mereka kunjungi, dan tindakan yang dilakukan sebelum menghubungi perusahaan.
Sayangnya, sebagian bisnis hanya melihat jumlah pengunjung tanpa memahami arti data tersebut bagi keputusan pemasaran.
Padahal, analisis website dapat membantu menjawab pertanyaan penting: kanal mana yang mendatangkan pengunjung relevan, halaman mana yang perlu diperbaiki, dan apakah aktivitas digital marketing berkontribusi terhadap tujuan bisnis?
1. Pahami Perbedaan Traffic dan Hasil Bisnis
Traffic adalah jumlah kunjungan atau aktivitas pengunjung yang tercatat sesuai definisi metrik yang digunakan. Namun, traffic bukan tujuan akhir untuk semua bisnis.
Website dengan ribuan kunjungan belum tentu menghasilkan banyak inquiry. Sebaliknya, website dengan traffic lebih kecil dapat memberikan hasil yang baik apabila pengunjungnya sesuai dengan target pasar.
Karena itu, tentukan terlebih dahulu tujuan website.
Untuk website company profile, tujuan dapat berupa permintaan penawaran dan kontak masuk. Untuk e-commerce, tujuan dapat berupa transaksi dan pendapatan. Untuk website edukasi, tujuan dapat berupa keterlibatan pengguna atau pendaftaran.
2. Gunakan Google Analytics untuk Memahami Perilaku Pengunjung
Google Analytics 4 dapat membantu pemilik website memahami aktivitas pengguna sesuai konfigurasi pengukuran yang diterapkan.
Data yang dapat dianalisis mencakup sumber traffic, halaman yang dilihat, peristiwa yang tercatat, dan konversi yang telah dikonfigurasi.
Beberapa pertanyaan yang bisa dijawab antara lain:
- Dari kanal mana pengunjung datang?
- Halaman apa yang paling banyak dikunjungi?
- Apakah pengunjung melakukan klik pada tombol penting?
- Berapa banyak formulir yang berhasil dikirim?
- Kanal mana yang menghasilkan konversi sesuai pengukuran?
Pastikan event dan conversion telah dikonfigurasi dengan benar. Jika klik WhatsApp belum dilacak, misalnya, laporan belum tentu mencerminkan seluruh interaksi yang terjadi.
3. Gunakan Google Search Console untuk Mengevaluasi SEO
Google Search Console memberikan informasi mengenai performa website pada hasil pencarian Google.
Beberapa metrik yang dapat diperhatikan adalah klik, impresi, rasio klik-tayang atau CTR, dan posisi rata-rata sesuai laporan yang tersedia.
Jika suatu halaman mendapatkan banyak impresi tetapi CTR relatif rendah, evaluasi apakah judul dan deskripsi halaman sudah relevan dengan kebutuhan pencari.
Jika sebuah halaman belum mendapatkan impresi yang diharapkan, periksa relevansi konten, indeksasi, struktur halaman, dan persaingan kata kunci.
Perlu diingat bahwa posisi rata-rata bukan gambaran tetap untuk semua pencarian. Hasil dapat berbeda sesuai konteks pencarian dan pengguna.
4. Analisis Halaman yang Berperan dalam Konversi
Tidak semua halaman memiliki fungsi yang sama.
Halaman artikel dapat membantu menarik pengunjung baru. Halaman layanan menjelaskan solusi yang ditawarkan. Halaman kontak atau landing page dapat membantu mendorong tindakan.
Periksa perjalanan pengunjung di antara halaman-halaman tersebut.
Jika artikel mendapatkan banyak traffic tetapi sedikit pengunjung melanjutkan ke halaman layanan, pertimbangkan untuk menambahkan tautan internal yang relevan atau CTA yang membantu pembaca mengambil langkah selanjutnya.
Jika halaman layanan mendapatkan kunjungan tetapi minim inquiry, evaluasi pesan, kejelasan penawaran, bukti kredibilitas, dan kemudahan menghubungi bisnis.
5. Hubungkan Data Website dengan Data Penjualan
Salah satu tantangan analitik adalah mengetahui apakah aktivitas digital benar-benar menghasilkan pelanggan.
Untuk menjawabnya, hubungkan data pemasaran dengan pencatatan leads dan penjualan sejauh memungkinkan.
Catat sumber inquiry, kebutuhan calon pelanggan, status follow-up, dan hasil akhir penjualan. Gunakan UTM untuk membedakan kampanye atau sumber traffic jika sesuai.
Dengan demikian, bisnis tidak hanya mengetahui kanal yang menghasilkan klik, tetapi juga kanal yang membantu mendatangkan calon pelanggan berkualitas.
Pastikan pengumpulan dan pengolahan data dilakukan sesuai ketentuan privasi yang berlaku.
6. Buat Laporan yang Mengarah pada Keputusan
Laporan yang baik tidak harus menampilkan semua angka sekaligus.
Pilih metrik yang berhubungan dengan tujuan bisnis. Sajikan perbandingan dengan periode sebelumnya, jelaskan perubahan yang terjadi, dan tentukan tindakan yang akan dilakukan.
Sebagai contoh:
“Jumlah kunjungan halaman layanan meningkat, tetapi inquiry belum bertambah. Evaluasi berikutnya adalah memeriksa sumber traffic, klik CTA, dan fungsi formulir.”
Pernyataan seperti ini lebih bermanfaat dibandingkan hanya melaporkan kenaikan pengunjung tanpa rekomendasi.
Kesimpulan
Data website membantu bisnis mengambil keputusan berdasarkan bukti, bukan sekadar perkiraan.
Dengan menggabungkan Google Analytics, Google Search Console, pelacakan konversi, dan pencatatan penjualan, perusahaan dapat memahami performa digital marketing secara lebih menyeluruh.
Neumu Creative Agency membantu bisnis mengintegrasikan website dan strategi pemasaran digital agar performa dapat dipantau serta dievaluasi berdasarkan tujuan bisnis.
Kunjungi https://neumuagency.com untuk konsultasi website, SEO, dan digital marketing.
Tertarik menerapkan strategi ini pada bisnis Anda?
Tim spesialis NEUMU siap membantu eksekusi pemasaran & teknologi digital Anda.